Banner

Pages

Showing posts with label Gadget. Show all posts
Showing posts with label Gadget. Show all posts

Tuesday, 25 June 2013

IPod Classic 6th Gen ... When Storage Demands ...



Ngga terasa dah 10 tahun menggunakan seri Walkman, dari tahun 2003 pake Discman lalu beralih ke Sony Ericsson Walkman Series. Kalo dulu jaman nya Discman dah fix kalo storage nya cuma sampe 700mb per CD yang kira kira bisa muat 150an file musik MP3 dengan kualitas 128kbps yang lumayan bagus. Beralih ke Soner Walkman dengan media M2 yang lebih mahal ketimbang SD card, dulu beli dapet 512MB terus upgrade ke 1GB (dengan harga 250k). Ari mulai menggunakan format AAC/M4a yang di convert via ITunes, dulu mulai nyumpelin lagu AAC 48 - 64kbps ( kualitas nya masih bagus ) yg muat kira kira 350an lagu untuk 1GB, Ganti ke W950i seri walkman yang punya internal memory 4GB, ganti lagi ke W960i dengan memory internal 8GB. Peak bisa nyimpen lebih dari 3500an lagu di 8GB. tapi masih banyak lagu yang belum masuk.

Tahun Kemarin dah mulai ngeh untuk download AAC ITunes yang ternyata dah 256kbps untuk setiap file nya dengan efek file semakin besar, min 6MB untuk setiap lagu. Berhubung  W960i ngga mendukung memory external kemudian beralih ke W20/Zylo yang merupakan seri Walkman "asli" terakhir sebelum Android menyerang. mencoba di memory 16GB dan ke 32GB ( pake 32GB sebenernya "maksa" karena resmi nya Zylo hanya up to 16GB, tp biasanya up to itu hanya setengah dari kemampuan maksimal dan ternyata berhasil dengan mulus tanpa halangan walau was was mainboardnya jebol hahaha). Mulai ngeh perbedaan kualitas dan Class pada Micro SD. Ternyata Micro SD Class 10 itu memang berbeda dari Class di bawah nya dalam hal kecepatan membaca file dan menulis file ( terbukti pada saat transfer lagu dari komputer dan perpindahan lagu di Shuffle mode yang mulus tanpa Laggy.Peak di 7500an lagu dijejelin di Zylo campur antara AAC ITunes dan AAC biasa.

Kemudian mula ngeh sama FLAC yang beruntung nya Zylo pun mensupport jenis File ini, File Loseless dengan output suara jernih sekali setara CD audio. Besar File nya pun GEDE banget, minimal 40 mb untuk satu lagu yang memakan kira kira 500mb untuk 1 album . WEW ...Tapi untuk kualitas terutama Audiophile pasti mengacung kan jempol untuk jenis file ini. Mulai kewalahan untuk FLAC dan download nya pun lumayan makan Kuota dan ngga semua album di upload dalam format ini. FLAC sangat direkomendasikan untuk mendengar musik musik akustik atau instrumental dan keroncong atau langgam jawa hehehe.

Lagu pun banyak di release dan hunting lagu pun masih tetap berjalan mulai berpikir mencari PMP yang bisa lebih dari 32GB. Micro SD pun sudah mencapai angka 64GB dengan harga yang masih lumayan mahal dan belum banyak pula Gadget yang mendukung kemampuan menampung nya. Cuma Produk Apple /IPod yang biasanya punya storage gede, sempet naksir ITouch 4th Gen 64GB. Gadget Multimedia yang juga mendukung Game dan Camera serta HD Video Recording. Tapi terbentur sama "Control" yang agak susah karena  pasti repot untuk ganti ganti lagu karena Full Touch Screen. Hal ini mungkin bisa di akalin dengan beli earphone dengan control yang kabar nya mahal dan kualitas earphone IPod ngga sebagus Sony Ericsson, 

IPod Classic pun menjadi pilihan... Back in the day sewaktu IPod Classic 160gb keluar sempet wondering apa iya butuh segitu banyak nya storage hanya untuk file music dan video? apa ada orang yang punya koleksi sampe 10 ribuan lagu? Jawaban nya terjawab dengan sendiri nya. Musik dan Video merupakan entertaiment yang terus berkembang seiring dengan waktu. lagu dan video musik akan terus bertambah dari tahun ke tahun, Alasan ari mulai meninggalkan Walkman pun sangat jelas pada kebutuhan yang tidak bisa di kapasitaskan oleh Walkman, But Hey .. if you ask somebody about music gadget most of them will answer IPod first and then maybe Walkman after .. hehehehe. 

But it Feels like I'm Cheating on Walkman ....

Ari 

If there was ever a product that catalyzed what’s Apple’s reason for being, it’s this. Because it combines Apple’s incredible technology base with Apple’s legendary ease of use with Apple’s awesome design… it’s like, this is what we do. So if anybody was ever wondering why is Apple on the earth, I would hold this up as a good example.-
                                                                                  Steve Jobs talks about IPod.






 
 

 

Thursday, 18 April 2013

[Tutorial] Xperia S Music Player On Xperia Arc S [ GB ]

Xperia S Music Player On Xperia Arc S [ GB ]


Salah satu perbedaan antara Android keluaran Sony Ericsson, dengan Android Sony adalah Music Playernya. Music Player Pada Sony terlihat berbeda karena kita bisa mengganti lagu dengan menggeser album art pada music player tersebut seperti layak nya ITunes dan juga di Xperia S sudah ada fitur Clear Bass yang tidak ada di Android keluaran Sony Ericsson. berikut ini cara porting Xperia S Music Player ke Xperia Arc S.

Yang Diperlukan :

- Xperia Arc S  2.3.4 Gingerbread  yang sudah di root (unlock bootloader )dan di install CWM-recovery.
- Download file filenya disini 
- Kepercayaan diri dan ketelitian serta keiklasan apa bila gagal

Langkah langkahnya
 - Extract file yang di download dan masukkan file filenya ke SD card.
 - Install aplikasi berikut seperti biasa : SemcMusic.apk dan Soundenhancement.apk (overwrite aja) tpi JANGAN di buka dulu playernya.
 - Matikan Handphone dan masuk ke  CWM-recovery mode ..
 - Flash lewat CWM dari SD-card : Soundfx_Xperia_S.zip
 - kemudian flash lewat CWM "lib.zip"
 - kemudian Rebot lewat CWM  
 -  Nyalakan kembali dan masuk kembali ke CWM dan flash  "permission framework.zip"
 -  Reboot kembali Handphone 
 - Copy fb music like ke ys/app with rw-r-r permissions ( overwrite )
 - Install seperti biasa untuk SemcMetadataCleanup.apk
 - Reboot and Arc S anda akan memiliki Music Player seperti Xperia S !!! lengkap dengan Clear Bass,  Sense Channel dll ...                                  
                                             
  

NOTE : SEMUA RESIKO YANG TERJADI SAAT PORTING BUKAN TANGGUNG JAWAB   SAYA BACA BAIK BAIK LANGKAH LANGKAHNYA. Do On Your Own Risk

sudah di test di Arc S saya dan Berhasil, untuk Gadget lain kemungkinan bisa dengan syarat GB rooted dan sudah di Instal CWM.

Semoga bermanfaat



“It's like giving a glass of ice water to somebody in hell" -- about iTunes on Windows computers” ― Steve Jobs






Wednesday, 17 April 2013

ANDROID Love it and yet Hate it

ANDROID

Android .. kata itu populer 3 tahun belakangan ini di kalangan pemakai Gadget  . berikut ini penjelasan Android menurut Wikipedia :
Android adalah sistem operasi yang berbasis Linux untuk telepon seluler seperti telepon pintar dan komputer tablet. Android menyediakan platform terbuka bagi para pengembang untuk menciptakan aplikasi mereka sendiri untuk digunakan oleh bermacam peranti bergerak.
dari penjelasan di atas jelas kalo Android itu bisa dikembangkan oleh siapa saja. jadi ngga heran kalo banyak game atau aplikasi yang banyak muncul untuk OS ini. Perkembangan Android cepat tapi tanpa perbadaan yang benar benar mencolok, seperti terkesan upgrade minor, penambahan fitur atau add on. berikut ini perkembangan Android yang nama nya diambil dari nama hidangan penutup ( Dessert ).

  • Android versi 1.1 - Maret 2009

Google merilis Android versi 1.1. Android versi ini dilengkapi dengan pembaruan estetis pada aplikasi, jam alarm, voice search (pencarian suara), pengiriman pesan dengan Gmail, dan pemberitahuan email.
  • Android versi 1.5 (Cupcake) - Mei 2009

Penambahan beberapa fitur kemampuan merekam dan menonton video dengan modus kamera, mendownload video ke Youtube dan gambar ke Picasa langsung dari telepon, dukungan Bluetooth A2DP, kemampuan terhubung secara otomatis ke headset Bluetooth, animasi layar, dan keyboard pada layar yang dapat disesuaikan dengan sistem.
  • Android versi 1.6 (Donut) - September 2009

Menampilkan proses pencarian yang lebih baik dibanding sebelumnya, penggunaan baterai indikator dan kontrol applet VPN. Fitur lainnya adalah galeri yang memungkinkan pengguna untuk memilih foto yang akan dihapus; kamera, camcorder dan galeri yang dintegrasikan; CDMA / EVDO, 802.1x, VPN, Gestures, dan Text-to-speech engine; kemampuan dial kontak; teknologi text to change speech (tidak tersedia pada semua ponsel; pengadaan resolusi VWGA.
  • Android versi 2.0/2.1 (Eclair) - Desember 2009

Pengoptimalan hardware, peningkatan Google Maps 3.1.2, perubahan UI dengan browser baru dan dukungan HTML5, daftar kontak yang baru, dukungan flash untuk kamera 3,2 MP, digital Zoom, dan Bluetooth 2.1.
  • Android versi 2.2 (Froyo: Frozen Yoghurt) - Mei 2010

Dukungan Adobe Flash 10.1, kecepatan kinerja dan aplikasi 2 sampai 5 kali lebih cepat, intergrasi V8 JavaScript engine yang dipakai Google Chrome yang mempercepat kemampuan rendering pada browser, pemasangan aplikasi dalam SD Card, kemampuan WiFi Hotspot portabel, dan kemampuan auto update dalam aplikasi Android Market.
  • Android versi 2.3 (Gingerbread)

Peningkatan kemampuan permainan (gaming), peningkatan fungsi copy paste, layar antar muka (User Interface) didesain ulang, dukungan format video VP8 dan WebM, efek audio baru (reverb, equalization, headphone virtualization, dan bass boost), dukungan kemampuan Near Field Communication (NFC), dan dukungan jumlah kamera yang lebih dari satu.
  • Android versi 3.0/3.1 (Honeycomb)

Android Honeycomb dirancang khusus untuk tablet. Android versi ini mendukung ukuran layar yang lebih besar. User Interface pada Honeycomb juga berbeda karena sudah didesain untuk tablet. Honeycomb juga mendukung multi prosesor dan juga akselerasi perangkat keras (hardware) untuk grafis. Tablet pertama yang dibuat dengan menjalankan Honeycomb adalah Motorola Xoom.
  • Android versi 4.0 (ICS: Ice Cream Sandwich) - 19 Oktober 2011

Membawa fitur Honeycomb untuk smartphone dan menambahkan fitur baru termasuk membuka kunci dengan pengenalan wajah, jaringan data pemantauan penggunaan dan kontrol, terpadu kontak jaringan sosial, perangkat tambahan fotografi, mencari email secara offline, dan berbagi informasi dengan menggunakan NFC.
  • Android versi 4.1 (Jelly Bean)

Meningkatkan input keyboard, desain baru fitur pencarian, UI yang baru dan pencarian melalui Voice Search yang lebih cepat. Tak ketinggalan Google Now juga menjadi bagian yang diperbarui. Google Now memberikan informasi yang tepat pada waktu yang tepat pula. Salah satu kemampuannya adalah dapat mengetahui informasi cuaca, lalu-lintas, ataupun hasil pertandingan olahraga. Sistem operasi Android Jelly Bean 4.1 muncul pertama kali dalam produk tablet Asus, yakni Google Nexus 7.
  • Android versi 4.2 (Jelly Bean)

Fitur photo sphere untuk panaroma, daydream sebagai screensaver, power control, lock screen widget, menjalankan banyak user (dalam tablet saja), widget terbaru., Source:Wikipedia.com

Dari penjelasan di atas menurut ari tidak banyak uprade yang di lakukan pada setiap versi baru nya. perbedaan yang lumayan berbeda dari Ginger Bread ke Ice Cream Sandwich. Tapi hal ini mungkin karena sebelum ICS ada Honeycomb yang khusus untuk Tablet.

Dampak postive dari OS Android ini adalah dari segi kreatifitas, Open Souce nya membuat kita bisa mengkostumisasi kan gadget kita sesuai keinginan, banyak nya aplikasi dan games gratis, berkembangnya aplikasi aplikasi terutama aplikasi sosial media dan chatting yang memungkin kan kita melalukan panggilan telepon via internet. Dari segi Modding pun Android sangat menyenangkan seperti Rooting, Porting, Flashing dan lain lain serta dukungan dari segi software nya yang akan terus di update walau kadang gadget yang kita punya tidak mendukung lagi, tapi kita masih bisa mencobanya dgn Custom Rom. Dari segi pemakaian pun Android menyenangkan, Touch screen nya membuat kita merasakan rasa yang berbeda saat bermain games, mengetik dan lain lain, dan saat ini penggunan touch screen nya sudah mendukung 10 point ( jari ) yang entah fitur itu berguna untuk apa. 

Selain dampak positive android juga membawa dampak negative. Dampak yang paling signifikan menurut ari adalah "SEMUA HANDPHONE TERLIHAT SAMA". Let me take u for a few years back before android came. Dulu tuh ada banyak OS yang bersaing dan semua itu mempunyai keistimewaan masing masing. Dulu ada Java, Symbian,Symbian UIQ, Windows Mobile dan Linux . Java yang OS ringan namun pengembangan softwarenya terbatas, Symbian dan Symbian UIQ (untuk Touch screen) yang banyak aplikasi tapi lemot, Windows Mobile yang mumpuni tapi hanya untuk PDA dan selected Phones, Linux yg jarang banget dipakai ( setau ari cuma motorola ).Dari segi OS user pun terpecah pecah sesuai kebutuhan dan kesenangannya masing masing.

Dari segi Hardware pun terlihat hampir sama tanpa ada spesifikasi hardware tertentu dari vendor tertentu, Contoh untuk Kamera, Dulu ada Sony seri K atau C yang merupakan ponsel khusus kamera dengan Sony Lens nya, dan Nokia N Series dengan Lensa Carl Zeiss nya, Dari Segi Musik pun terlihat beda dengan Sony Ericsson seri Walkman dan Nokia Xpress Music, Karena tidak terbentur oleh OS maka vendor vendor pun bebas berkreasi pada hardware mereka dalam pengklasifikasian produk produk nya.

Satu hal yang ari sayang kan dari Android adalah kurangnya variasi diantara Ponsel, sebagai pencinta Walkman Series ari merasa kecewa karena ternyata seri Walkman Android tidak berbeda dari seri Sony yang lain yang notabene hanya player music android yg hanya di kasih "skin" Walkman. Tidak ada fitur Mega Bass yang menjadi andalan Walkman, walau ada "Clear Bass" pada Xperia keluaran tahun 2012 yang sebenarnya tidak berpengaruh banyak pada suara , atau X-Loud yang pada kenyataannya tidak memberi perbedaan yang pasti.

Untuk Sony ( formerly Sony Ericsson ) menurut ari membawa dampak positive pada software tapi tidak pada hardware. Pada software : adanya Bravia Engine yang memanjakan mata, Playstore dgn segudang games dan aplikasi. Makin berkembang nya "fungsi" dari Smartphone. Tapi sayang tekhnology software ini bisa di "bajak" ke dalam ponsel lain atau istilahnya Porting.

Dari segi Hardware kebanyakan hanya pada processor dan layar, Tipe touch screen dan layar lebar membuat design Ponsel sekarang hanya sebatas berbentuk kotak ( walau sebagian ada tipe slide pada Xperia Pro dan Mini Pro atau X10 mini pro ). Belum saya temui tipe lain yang lebih variatif seperti clamshell atau swing. Dari segi kamera pun di Sony belum di "tanam" lensa kamera yang bagus seperti Carl Zeiss dll, perkembangan nya hanya besar nya pixel pada kamera photo dan video serta technology Exmor yang mampu menghasilkan gambar yang cukup bagus dalam situasi minim cahaya. Not to mention dari segi suara yang tidak lagi sebagus keluaran seri Walkman sebelumnya.

Android membuat "perang ponsel " menjadi seragam ( kecuali nokia dengan Windows Mobile nya ), tanpa karakteristik tertentu yang bisa menjadi trade mark atau sesuatu yang bisa di bandingkan satu sama lain. Saya pribadi rindu sekali persaingan " Walkman vs Xpress Music" atau " Cybershot vs N-Series" yang seru dan membuat kubu kubu pencinta posel dengan spesifikasi tertentu. Selain itu Desain pun bisa menjadi ajang persaingan juga, Nokia dengan bentuk anehnya sepeti seri 7600 ( ketupat), N-Gage dll, Sony Ericsson dengan W880 nya yang tipis, atau Z series nya yang fashionable. Bahkan pada masa itu keypad, gambar embeded pada cover pun bisa jadi hal yang menyenangkan baik untuk tipe yang murah atau premium. Banyak sekali inovasi yang di kembangkan oleh vendor2 posel dari segi hardware yang sekarang ini ' jarang " sekali di temui semenjak Android menginvasi dunia ponsel.

Mudah mudahan para major vendor mau lebih " kreatif " untuk mengeluarkan produk produk baru mereka. karena ponsel2 china sekarang pun mampu memproduksi ponsel yang " mendekati" spek yang mereka keluarkan.

Android : Love it and yet Hate it ... satu fakta lucu yang ada : dulu semakin kecil handohone akan semakin bagus dan mahal ... berbanding terbalik dengan sekarang ini .... Nokia 8250 vs Lumia 920.





 Salam

Ari


" Android is a Global cure and an Incest diseases  - Ari  "







Friday, 5 April 2013

PMP ( Portable Media Player )

PORTABLE MEDIA PLAYER



Mungkin ngga banyak yang tau atau make istilah PMP, pada umum nya orang menyebutnya MP3 atau MP4 player. berikut ini definisi PMP dari Wikipedia 
" Pemutar media portabel (Portable Media Player, PMP), atau pemutar audio digital (digital audio player, DAP), adalah peranti elektronik konsumen yang dapat menyimpan dan memutar media digital. Data umumnya disimpan dalam cakram keras, mikrokandar (microdrive), atau memori kilat (flash memory). Sebaliknya, pemutar audio portabel analog dapat memutar musik dari pita kaset, atau rekaman. Pemutar audio digital sering dijual sebagai pemutar MP3, bahkan walaupun mendukung format berkas lainnya. Jenis peranti elektronik lain, seperti telepon genggam, tablet PC, dan kamera digital, kadang dimasukkan dalam kategori ini jika memiliki kemampuan untuk memutar media "

Jaman sekarang ini Gadget PMP dengan fungsi "dasar" sudah  banyak ditinggalkan seiring dengan berkembang nya teknologi Mobile Phone atau Handphone yang sudah makin canggih. Tapi masih ada beberapa vendor yang masih memproduksi Gadget PMP mereka, seperti Apple Inc dengan IPod Series, Sony dengan Walkman Series, Sandisk Sansa dll. IPod dan Walkman sudah jarang terlihat dengan alasan " buat apa beli IPod atau Walkman, mending beli IPhone atau Sony Ericsson Walkman sekalian, sama saja kan ?, ngga ribet bawa banyak gadget dan ngga ngeluarin uang lagi ". Sebuah Alasan yang sangat Logis apa lagi Handphone sekarang sudah berlabel " Smartphone" (saya lebih suka Smart User daripada Smartphone hehehe ). 


Untuk mereka yang masih memilih memakai PMP mempunyai alasan yang menurut saya seperti ini :
  • Privasi : Kadang ada saat nya kita ingin tenang mendengarkan musik untuk melepas penat, stress atau emotional feelings  tanpa interupsi panggilan masuk atau sms yang kadang merusak kesenangan dalam mendengarkan musik. Hal sepele memang tapi terkadang ari sendiri merasa terganggu saat mendengarkan musik ada hal yang menginterupsi , bahkan di ajak ngobrol pun kadang jadi ngga enak dan pasti ngga nyambung, atau ada orang manggil manggil atau nepuk bahu ... Sebenarnya masalah ini bisa diatasi Smartphone dengan " Airplane Mode " .
  •  Kekuatan Baterai : Smartphone sekarang sangat canggih. Saking canggih nya, OS, Aplikasi, Jaringan dan Fitur nya membutuhkan daya yang tidak sedikit. Contoh nya coba saja mendengarkan music dgn Blackberry, dijamin bateri anda akan cepat habis ( tidak masalah kalo punya power bank hehehe ). Masalah baterai juga merupakan alasan tersendiri karena PMP lebih terfokus pada penggunaan player. terutama untuk PMP tanpa Display atau Minimal display seperti Ipod Shuffle atau Sandisk Sansa yang kekuatan baterai nya bisa mencapai berhari hari. Hal ini lagi lagi bisa di atasi dengan Smartphone dengan " Airplane Mode ". Tapi apakah Smartphone anda akan terus pada Airplane Mode ? 
  •  Kapasitas Memory : Memory juga merupakan element penting pada PMP. Fitur Canggih Smartphone juga memakan banyak space pada memory card. contoh semakin besar resolusi pada sebuah kamera Smartphone semakin besar pula file yang dihasilkan, semakin banyak aplikasi yang di instal pun mengkonsumsi banyak memory. Untuk anda yang senang membawa koleksi lagu2 pasti menginginkan kapasitas memory yang lebih banyak tanpa di sharing untuk yang lain. Satu fakta : Apple membuat IPod Classic dengan Kapasitas besar sampai 160gb, knp tidak dengan IPhone? toh produk mereka tidak mendukung memory external, dan sampai saat ini masih mengembangkan IPod dengan berbagai variannya. Marketing strategy plays. 
  • Portability : PMP seperti Ipod Shuffle atau Walkman W Series merupakan salah satu pilihan untuk pencinta musik yang ingin mendengarkan musik sambil berolahraga atau beraktifitas lainnya. Simplicity  dari bentuk nya membuat nyaman tanpa merasa terganggu oleh besar nya Smartphone jaman sekarang dengan layar lebar yang berimbas pada ukuran Smartphone.
Untuk Pencinta music pasti lebih memilih PMP dibanding Smartphone, Untuk masalah efficiency  teknology mungkin hal ini telihat aneh, tapi apa bedanya dengan sekarang banyak yang mempunyai Handphone lebih dari satu, yang notabene hanya beda di OS atau Layanan Servicenya tapi fungsi aslinya jarang di pakai. Nasib PMP mungkin sama seperti nasib Kamera Digital atau Portable Game yang sudah bisa di adopsi oleh Smartphone. Ari sendiri sekarang pake Sony Ericsson W20 (Zylo) untuk pure music player tapi dengan constant Airplane Mode tanpa di pakai untuk menelpon atau SMS. Karena satu - dua hal ari ngga memilih Ipod untuk PMP.

Butuhkah anda sebuah PMP ? Tingkat ke"gila"an anda pada music menentukannya ....
Semoga bermanfaat ...

" There are lots of examples where not the best product wins. Windows would be one of those, but there are examples where the best product wins. And the iPod is a great example of that ".   - Steve Jobs